KONTRAK FORWARD MATA UANG DAN PERJANJIAN-PERJANJIAN LAINNYA

Perusahaan-perusahaan seringkali dapat menghindari keuntungan maupun kerugian dari perubahan nilai kurs dengan cara melunasi atau meminta pelunasan langsung ( transaksi tunai ) atau dapat melakukan operasi hedging. Operasi hedging adalah kontrak penjualan atau pembelian mata uang asing untuk menghindari resiko memegang hutang atau piutang dalam mata uang asing. Strategi yang bisa digunakan untuk menghindari risiko fluktuasi nilai tukar ini adalah kontrak berjangka. Dalam FASB. 52 disebutkan bahwa kontrak berjangka adalah perjanjia untuk melakukan pertukaran mata uang yang berbeda pada satu waktu tertentu di masa yang akan datang, dan pada kurs tertentu yang disepakati. PSAK No. 10 menyatakan bahwa transaksi valuta berjangka adalah transaksi pertukaran dua valuta asing melalui pembelian tunai dengan penjualan kembal;i secara berjangka atau penjualan tunai dengan pembelian secara berjangka. Pertukaran mata uang serta bentuk-bentuk perjanjian lain yang pada dasarnya sama dengan kontrak berjangka dianggap sebagai kontrak berjangka untuk tujuan akuntansi. Terdapat empat situasi dimana kontrak berjangka ini digunakan, yaitu : 1. untuk berspekulasi dalam pergerakan harga nilai tukar 2. untuk melakukan hedging atas posisi hutang bersih atau aktiva bersih mata uang asing yang diekspor 3. untuk melakukan hedging komitmen mata uang asing 4. untuk melakukan hedging investasi bersih di entitas luar negeri Spekulasi Keuntungan maupun kerugian selisih kurs dari kontrak berjangka untuk tujuan spekulasi terrhadap pergerakan harga mata uang asing dimasukkan ke dalam pendapatan pada periode dimana kurs forward mengalami perubahan. Kurs forward 30,90, dan 180 hari untuk beberapa mata uang selalu ditetapkan secara harian di terbitan tertentu. Kontrak berjangka untuk tujuan spekulasi dini pada kurs forward yang dipakai sepanjang masa kontrak. Akuntansi dasar bagi kontrak berjangka untuk tujuan spekulasi diilustrasikan pada contoh berkut : Pada tanggal 2 Nopember 19X7, Aqstr International menyetujui kotrak berjangka 90 hari untuk membeli 10.000 Ringgit Malaysia pada saat kurs forward 90 hari untuk Ringgit adalah Rp 615. Kurs spot untuk Ringgit pada tanggal 2 Nopember 19X7 tersebut adalah Rp 617. Kurs pada tanggal 31 Desenber 19X7 dan 30 Januari 19X8 adalh sebagai berikut : 31 Desember 19X7 30 Januari 19X8 Forward 30 hari Rp 620 Rp 623 Kurs spot Rp 625 Rp 628 Jurnal pembukuan Astra Internatinal untuk mencatat transaksi spekulasi tersebut adalah sebagai berikut : 2 Nopember 19X7 Piutang Kontrak (ma) Rp 6.150.000 Hutang Kontrak Rp 6.150.000 Untuk mencatat kontrak 10.000 Ringgit x kurs forward 90 hari Rp 6.150.000 31 Desember 19X7 Piutang Kontrak (ma) Rp 50.000 Keuntungan Pertukaran Mata Uang Rp 50.000 Untuk menyesuaikan piutang dari valuta asing dan untuk mengakui keuntungan dari perubahan kurs (10.000 Ringgit x Kurs forward 30 hari Rp 620 – Rp 615 per buku) 30 Januari 19X8 Kas (ma) Rp 6.280.000 Keuntungan Pertukaran Mata Uang Asing Rp 80.000 Piutang Kontrak Rp 6.200.000 Untuk mencatat penerimaan 10.000 Ringgit. Kurs spot yang berlaku untuk Ringgit adalah Rp 628 Hutang Kontrak Rp 6.150.000 Kas Rp 6.150.000 Untuk mencatat pembayran kewajiban kepada pialang valuta asing, dinyatakan dalam rupiah Hedging atas Posisi Aktiva Bersih dan Kewajiban Bersih Posisi aktiva bersih yang diekspos dalam mata uang asing merupakan kelebihan aktiva dan kewajiban yang dinyatakan dalam mata uang asing tersebut dan ditranslasikan ke dalam kurs yang berlaku. Suatu kontrak berjangka untuk melakukan hedging aktiva bersih yang diekspos dapat digunakan oleh para importir untuk melakukan hedging hutang dagang, dan eksportir melakukan hedging piutang dagang, yang dinyatakan dalam mata uang asing. Kontrak berjangka untuk Menjual Mata Uang Asing Untuk melakukan hedging suatu posisi aktiva bersih yang diekspos, sebuah perusahaan melakukan kontrak berjangka untuk menjual mata uang asing secara forward. Kontrak Berjangka untuk Membeli Mata Uang Asing Untuk melakukan hedging suatu posisi kewajiban bersih, sebuah perusahaan melakukan kontrak berjangka untuk membeli mata uang asing yang akan diterima di masa yang akan datang. Keuntungan dan Kerugian dalam Pertukaran Jika kontrak berjangka berjumlah sama dengan jumlah unit mata uang asing dan dalam periode yang sama dengan periode posisi aktiva atau kewajiban bersih, maka keuntungan maupun kerugian dari pertukaran pada kontrak berjangka akan meniadakan keuntungan atau kerugian dari posisi aktiva bersih maupun kewajiban bersih yang dilaporkan dalam setiap periode laporan keuangan. Dengan kata lain, tidak akan ada keuntungan maupun kerugian yang timbul dari pertukaran mata uang jika posisi aktiva bersih dan kewajiban bersih yang dilaporkan sepenuhnya di hedging Premium atau Diskon dalam Kontrak Berjangka Pada umumnya, ada biaya yang timbul dari usaha menghindari risiko perubahan kurs, yaitu efek pendapatan dari operasi hedging. Untuk mengantisipasi risiko mereka sendiri, para pialang valuta asing, pada awalnya sudah menetapkan kurs forward pada nilai yang berbeda dengan kurs spot pada saat kontrak. Perbedaan antara kedua kurs ini menimbulkan premium ataupun diskon atas kontrak berjangka. Premium atau diskon ini diperlakukan terpisah dari setiap keuntungan atau kerugian dari kontrak. Premium serta diskon diamortisasikan sepanjang umur kontrak berjangka, dimana jumlah amortisasi direfleksikan dengan pendapatan. Efek pendapatan dari posisi mata uang luar negeri yang dihedging penuh sama dengan pengeluaran yang timbul dari mengamortisasikan premium atau diskon kontrak berjangka. Amortisasi harus dilaporkan terpisah dari keuntungan atau kerugian pertukaran mata uang pada kontrak berjangka. Hedging atas posisi kewajiban bersih yang diekspos Prosedur akuntansi untuk hedging atas posisi kewajiban bersih yang diekspos tujuannya adalah melakukan hedging kewajiban yang dalam denominasi mata uang asing. Biasanya, premium akan timbul dari kegiatan hedging atas posisi kewjiban sebab kurs forward untuk membeli mata uang asing pada penerimaan di masa yang akan datang umumnya lebih besar dari kurs spot. Premium ini berada pada sisi debit, sehingga amortisasi akan mengurangi pendapatan sepanjang masa kontrak berjangka. Misalnya, sebuah kontrak berjangka untuk menerima 10,000 Dollar Australia pada 60 hari setelah memiliki kurs forward Rp 1.575 pada saat kurs spot adalah Rp 1.560. Maka kontrak berjangka dicatat sebagai berikut : Piutang Kontrak (ma) Rp 15.600.000 Premium atas Kontrak berjangka Rp 150.000 Hutang Kontrak Rp 15.750.000 Hasil dari Hedging Inti uraian di atas adalah kurs forward biasanya telah ditetapkan sedemikian rupa sehingga terdapat biaya yang harus ditanggung perusahaan yang melakukan operaasi hedging. Biaya ini berupa diskonjika terjadi penjualan mata uang asing, dan premium jika yang dilakukan adalah pembelian. Terkadang kurs yang diambil sedemikian rupa sehingga operasi hedging menciptakan saldo kredit, dimana amortisasi justru meningkatkan pendapatan. Secara ringkas, pada saat piutang kontrak dicatat dengan kurs forward sebagaimana dalam transaksi penjualan, maka hutang kontrak menggunakan kurs spot. Begitu pula sebaliknya, yang terjadi adalah pembelian. Kurs spot dijadikan patokan. Satu sisi dari transaksi tersebut dicatat dengan kurs spot sementara sisi yang lain dengan kurs forward. Jika kurs spot lebih tinggi dari kurs forward maka selisihnya adalah diskon. Jika kurs forward lebih tinggi, maka selisihnya adalah premium. Jika sebuah perusahaan melakukan kontrak berjangka untuk mata uang asing yang melebihi jumlah mata uang asing yang dinyatakan dalam posisi kewajiban atau aktiva bersih terekspos, maka kelebihan ini dianggap sebagai tindakan spekulasi.

About accounting1st

Riandasa Anugerah Febrian adalah seorang akademisi di fakultas jurusan ekonomi UNSOED jurusan strata-1 Akuntansi dan sekarang menempuh Program Profesi Akuntansi. Dalam meyalurkan minat dan hobinya di dunia accounting dan finance, saya berbagi ilmu buat kalian yang berminat pula di bidang ini dengan jauh lebih mudah pembahasannya karena lebih menggunakan bahasa manusia bukan bahasa buku. please wellcome... :P

Posted on Juli 9, 2011, in Akuntansi Keuangan Lanjutan and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. bermanfa sih mas,, tapi cara nulisnya bikin gak mudeng, wat kedepannya biar lebih jelas aja nulisnya,,supaya benar benar bermanfaat. thnx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: