Monthly Archives: November 2011

Sampling Dalam Audit

Sampling audit adalah penerapan prosedur audit terhadap <100% unsur dalam suatu saldo akun/kelompok transaksi dengan tujuan untuk menili beberapa karakteristik saldo akun/kelompok transaksi tersebut. Prosedur audit dapat dengan sampling (Vouching, Traching, inspeksi, konfirmasi) atau tidak dengan sampling (inquiry, observasi, review analitis). Dua fitur penting dalam sampling audit adalah karakteristik penting dan sampling risk. Dalam sampling audit terdapat dua karakteristik kepentingan yaitu tingkat penyimpangan dalam pengujian pengendalan dan salah saji moneter dalam pengujian substantif.

Sampling dalam pengujian pengendalian adalah sample objective reltionship. Auditor mengidentifikasi kontrol objektif dan prosedur kontrol dalam items yang diaudit, yag relevan untuk membatasi substantif tes. Control objective yang relevan meliputi keabsahan, kelengkapan, dan ketelitian proses pencatatan transaksi. Identifikasi populasi misalnya kelompok transaksi dan periodenya, serta unit samelnya misalnya faktur penjualan. Identifikasi sampel kemudian meliputi sales invoice, shipping document, purchase order, dan posting. Setelah itu, tetapkan karakteristik kepentingannya, yaitu penyimpangan dari prosedur ditetapkan.

Penetpan besarnya sampel dipengaruhi tingkat penyimpangan maksimum yang dapat diterima (tollerate rate=TR) yang mendukung rencana tingkat risiko pengendalian. Bila digunakan non statistical sampling TR dinyatakan secara kualitatif (low, moderat, signifikan, maximum) bila digunakan TR yang dinyatakan dalam prosentase. Kedua adalah risiko penentuan tingkat risiko pengendalian terlalu rendah oleh audiitor (lazimnya 5%-10%). Ketiga, harapan tngkat (expected rate) penyimpangan atas rosedur pengendalian yang diuji. Sampel harus mewakili populasi yang dipilih dengan random sampling (table number atau systematic random sampling).

Iklan

Tentang Risiko Audit

Risiko salah saji material yag terjadi pada proses akuntansi adalah risiko inheren dan pengendalian. Resiko inheren dikarenakan mudahnya terpengaruh saldo akun dengan salah saji material oleh bawaan dan sifat – sifat lingkungan, tanpa memerhatikan kebijakan dan prosedur SPI. Sedangkan, control risk adalah resiko salah saji material pada saldo akun dapat terjadi dan tidak dapat dicegah/iketahui pada waktunya oleh kebijakan dan prosedur SPI klien.

Detection risk terletak pada auditor dikarenakan auditor gagal menemukan salah saji material. Rumus audit risk adalah [AR= IR x CR x DT], biasanya yang jadi masalah adalah terletak pada detection risk sehingga pencarian besarnya sampel risk dari detection risk adalah [DR=AR/(IC x CR). IR dan CR dapat ditaksir dengan kualitatif (minimum, moderat, signifikan, maximum) dan kuantitatis (%).

Logika Audit dan Materialitas

Akar dari auditing itu logic,  berawal dari asersi menuju ke audit objektif. Audit objektif dibagi dua yaitu balance related dan Transaction related. Setelah itu baru disusun prosedur audit. Contoh: manajemen mengeluarkan asersi persediaan beserta pernyataan manajemennya, pertama di cek keberadaannya apakah ada? Lakukan prosedur pengecekan. Kedua, cek completeness dari persediaan tersebut, cek setiap transaksi yang bersangkutannya. Dsb.

Materialitas adalah salah saji atau omisi informasi akuntansi yang dilihat dari keadaan sekelilingnya, memungkinkan penilaian seseorang yang masuk akal yang  mengandalkan pada informasi tersebut akan berubah atau terpengaruh oleh omisi tersebut. Dalam auditing, materialitas ditetapkan pada tingkat laporan keuangan maupun tingkat saldo akun/ kelompok transaksi, dan digunakan pada tahap perencanaan maupun evaluasi audit. Setiap hasil audit maka akan dibandingkan dengan perencanaannya, juga dibandingkan dengan materialitas awal. Kadang auditor menemukan salah saji, biasanya auditor menawarkan kepada auditee mau atau tidak untuk dikoreksi sehingga wajar. Tingkat materialitas berbeda untuk setiap entitas, untuk akun yang memiliki tingkat materialitas nya kecil dan mutasi nya sedikit dg brek down yang sedikit pula biasanya dilakukan pemeriksaannya dg 100% keseluruhan pemeriksaan untuk setiap akunnya.

Komposisi materilitas dalam laporan keuangan terdapat tiga kriteria; pertama adalah known mistatement, likely mistatement, potential undetected misstatement. Dalam menetapkan allowance for undetected, biasanya auditor lebih suka menggunakan pertimbanga praktis (bil auditor tidak mempunyai pengalaman dengan klien atau memilih menghindari dari penaksiran-penaksiran). Pertimbangan praktis dalam menaksir the allowance for undetected misstatement adalah dari 50% s.d 75% dari pertimbangan mengenai materialitas. Taksiran ini perlu dievaluasi selama perkembangan audit.

Kumpulan Ebook Latihan Pemrograman

Selamat Pagi,

Bagi teen-temen yang kebetulan sedang atau tertarik dengan belajar pemrograman khususnya dengan software Visual Basic, Ms. Excel, Ms. Access.  Saya share ebook yang menurut penulis bagus bagi rekan-rekan yang bener-bener ingin mendalami bidang tersebut. ebook tersebut menurut pengalaman saya cukup bagus untuk belajar terutama panduan praktis.

tak perlu berlama-lama lagi, sok ah mangga di donlot link nya.

Download: http://www.4shared.com/file/J48_-Gib/latian_pemograman.html

*hak cipta setau saya gratis dari link yang menyediakan ebook tersebut.

 

Transformasi Akuntansi Pemerintahan di Indonesia

Pra-Akuntansi

(UU Pemda 1974)

Akuntansi Cash Toward to Accrual (PP 2001/2005) Akuntansi Akrual

(71/2010)

-LRA

-Nota Perhitungan APBN

– Neraca

– LRA

– LAK

– CALK

– LRA

– SAL

– Neraca

– Laporan Operasional

– Laporan Perubahan Modal

– LAK

– CALK

Faktor Pendorong perubahan akuntansi adalah berawal dari domestik internal yaitu tuntutn adanya good governance, perubahan UU KN, reformasi kerja negara, dan desentralisasi fiskal. Selain itu, adanya perkembangan teori administrasi publik menjadi salah satu kontributor terhadap perubahan yang terjadi yaitu dari Old Public Management, New Public Management, hingga New Public Service. Indonesia banyak menganut teori New Publik Management dalam sektor akuntansinya di swasta sehingga transpormasi praktik sektor swasta membuat sektor pemerintahan pun menerapkan pula teori tersebut. Bukti dari penerapan NPM di UU 17/2003 di Indonesia adalah:

Pertama model pembebanan anggaran adalah:

  1. MTEF >< STEF.
  2. Performance Budgeting yaitu model penganggarannya berdasarkan kinerja. Line Item Budgeting adalah model tradisional lawan dari Performance Budgeting.
  3. Unified Budgeting adalah model penganggaran dengan menggabungkan anggaran. Sedangkan, Dual Budget adalah memisahkan anggaran ruting dan pembangunan.

Kedua, Model PKN yaitu CEO membawahi CTO dan COO. Ketiga adalah model pengelolaan keuangan negara yaitu dapat dilihat dari PP 58/2006.

Dari penerapan New Publik Management itu maka akan ditemui beberapa perubahan dan fenomena yaitu perubahan basis akuntansi pemerintahan dari basis kas menuju basis akrual. Basis kas adalah dimana transaksi ekonomi itu diakui saat kas diterima dan dicatat pada akun kas, sedangkan basis akrual adalah dimana transasksi itu diakui ketika transaksi itu terjadi dan dicatat di dua pos atau lebih. Pada dasarnya, secara teoritis, kedua metode tersebut tidak saling menggantikan akan tetapi saling melengkapi misal laporan anggaran di basis kas, dan neraca di basis akrual.

Reformasi dalam akuntansi pemerintahan mencakup perubahan dari basis kas menuju basis akrual, adanya perubahan bentuk laporan keuangan, perubahan dari model pencatatan single entry ke double entry. Dalam persamaan akuntansi, PP 24/2005 menyatakan bahwa A=K+EDL+EDI+EDC sedangkan dalam PP 71/2010 adalah A=K+ED.

Pengantar Perpajakan

Pajak adalah iuran wajib bagi kas negara yang bersifat tidak memberikan kontrprestasi langsung yang bersifat memaksa dan dilandasi undang-undang sepenuh-penuhnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Ada dua cara target pajak agar terpenuhi: intensifikasi (menggali kembali PKP yan belum tergali dari WP yang sudah ada) dan ekstensifikasi (menggali PKP yang belum tergali dari WP yang belum tergali). Pada dasarnya, banyak orang yang melanggar untuk tidak membayar pajak adalah lumrah karena tidak memberikan apa-apa, kesadaran membangun seperti itulah yang terjadi pada masyarakat Indonesia.

Membayar pajak yang baik adalah dengan mengusahakan agar membayar pajak tidak kurang/lebih. Jika kita membayar terlalu banyak pajak maka akan diperiksa WP tersebut, jika kurang bayar maka tidak diperiksa atau tinggal bayar saja kurangnya. Untuk melakukan perencanaan pajak, maka gunakanlah tax avoidance atau penghindaran pajak dari celah peraturan dan undang-undang.

Siklus akuntansi fiskal:

Transaksi => bukti transaksi => jurnal => buku besar => neraca saldo => adjustment =>

LK komersil=> Koreksi Fiskal => LK fiskal => pajak terutang.

Tidak ada istilah menghemat pajak karena perhitungan pajak sudah matematis pasti, yang ada hanyalah mengusahakan biaya komersil agar diakui secara fiskal dan mengusahakan pendapatan komersil agar tidak semuanya diakui secara fiskal dalam lapoan keuangan fiskal.

Analogi setoran/pemotongan pajak

Dalam melakukan kewaiban pajak, kita harus sadar bahwa kita bukan hanya merupakan pusat yang harus dilayani tapi juga harus melayani wajib pajak lain. Ketika pemerintah hendak menugaskan audit lebih bayar maka tetap saja harus memerhitungkan cost and benefit besar nya, perkiraan tambahan yang diterima pemerintah dari objek audit nya harus lebih besar dari biaya yang dikeluarkan pemerintah. Hal tersebut membuat pemeriksaan tersebut hanya sebagai cara pemerintah guna menambah penerimaan pajaknya bukan serta merta secara explisit tujuan audit itu hanya untuk menyatakan kebenaran lebih bayarnya.

Ada beberapa penghasilan yang dikenkan final yaitu; penghasilan bunga, penghasilan tanah/bangunan, sewa tanah/bangunan, hadiah undian, nilai transaksi di BEI (0,1% dar nilai jual/beli), dan penghasilan perusahaan konstruksi (<1M bersifat final).

Pajak menggolongkan penghasilan sebagai berikut; penghasilan usaha (pokok), other income, insidental, non penghasilan. Selain itu, biaya digolongkan pula menjadi beberpa bagian yaitu; revenue expenses, capital expenses (penyusutan “fix assets”), other expenses (terkendali dan tak terkendali). Intinya, jangan membuat pengeluaran yang penerimaan nya tidak dipajaki atau pengeluaran itu harus diakui pajak
.

Responsibility Accounting

Akuntansi pertanggungjawaban digunakan utuk mengukur  performa bagi seseorang dan departmen untuk mencapai tujuan bersama. Sistem akuntansi pertanggungjawaban biasanya membentuk pusat pertanggungjawaban yaitu sub unit dalam suatu organisasi. Pusat pertanggungjawaban bterbagi menjadi 4, yaitu pusat biaya, pendapatan, laba, dan investasi. Contoh perusahaan mobil mempunyai divisi pengecetan, itulah yang disebut pusat biaya dimana hanya bertanggungjawab pada pengeluaran biaya. Pada perusahaan penerbangan, divisi penjualan tiket adalah pusat pendapatan yang dimana hanya bertanggungjawab pada penerimaan. Restauran harus membeli bahan makanan dan melayani konsumen dan ini lah yang dimaksu d pusat laba (pendapatan-biaya). Perusahaan/divisi suatu perusahaan yang memiliki tanggung jawab terhadap kontrol laba dan penginvestasian modal kerja. Contoh bank memiliki bagian PSDM, komputer dan sejenisnya adalah pusat biaya, kemudian memiliki produk deposito,kartu kredit, dan sejenisnya itulah pusat penerimaan. Selain itu, memiliki bagian kredit salah satunya tersebut merupakan psat laba. Apabila memiliki bagian finance, asuransi, dan anak perusahaan yang berdiri sendiri itulah yang disebut pusat investasi.

Laporan kinerja akuntansi pertanggungjawaban disusun dari bagian sub unit menuju divisi menuju perusahaan utama. Hal tersebut harus didasarkan pada hirearki. Laporan tersebut didasarkan pada anggarannya dibandingkan dengan aktual yang dicapai dari setiap elemen perusahaannya.

Dalam akuntansi pertanggungjawaban terkadang ditemukan biaya bersama, cara penyelesaian atau penelusuran biaya bersama tersebut adalah dengan pembagian yang masuk akal dengan berbagai metode, misal dengan ABC.

Perilaku sangat berpengaruh bagi akuntansi pertanggungjawaban, biasanya perilaku manajerial yang sangat mempengaruhi misalnya target dari setiap manajerial, konflik divisional, saling memotivasi agar selalu unggul.

Laporan laba rugi yang disajikan persegmen disebut Segmented Reporting. Laporan yang memiliki hierarki taraf utama perusahaan biasanya laporan tersebutlah yang  dilaporkan ke publik sedangkan laporan tiap divisi dan sub-bagian tidak dipublikasikan dan hanya bersifat internal.

TQM didasarkan dari grade, desain, dan conformance. Biaya kualitas ada 4,; biaya prevention untuk mencegah kegagalan produksi  yaitu dilakukan sebelum proses produksi itu terjad misal biaya training karyawan bagian produksi, biaya appraisal juga dilakukan untuk mencegah kegagalan yaitu ketika proses produksi itu terjadi. Biaya kegagalan internal ialah dimana biaya tersebut terjadi sebelum sampai pelanggan, apabila  barang sudah sampai pada pelanggan dan mengajukan garansi maka itulah yang disebut biaya kegagalan eksternal. Dari ke empat biaya tersebut biasanya yang menjadi Control Cost adalah biaya prevention dan appraisal karena jika dilogikakan bila biaya prevention dan appraisal efektif maka biaya kegagalan internal dan eksternal dapat minimal. Biaya kesempatan terjadi jika terlalu banyaknya kegagalan dan menyebabkan pelanggan lari sehingga biaya tersebut tidak dapat dinyatakan dalam moneter.

Biaya manajemen dalam lingkungan biasanya atas asumsi tanggung jawab manajerial bila bersifat lingkungan privat dan menjadi asumsi tanggung jawab publik apabila bersifat lingkungan sosial.

Kompilasi dan Review Laporan Keuangan (PART I)

  1. Pengertian dan Definisi

Kompilasi laporan keuangan menurut SAR seksi 100 adalah penyajian dalam bentuk laporan keuangan, informasi yang merupakan pernyataan manajemen (pemilik) tanpa usaha untuk memberikan pernyataan suatu keyakinan apa pun terhadap laporan tersebut. (Akuntan mungkin memandang perlu untuk melakukan jasa akuntansi lainnya agar memungkinkan ia melakukan kompilasi laporan keuangan).

Review atas laporan keuangan menurut SAR seksi 100 adalah pelaksanaan prosedur permintaan keterangan dan analisis yang menghasilkan dasar memadai bagi akuntan untuk memberikan keyakinan terbatas, bahwa tidak terdapat modifikasi material yang harus dilakukan atas laporan keuangan agar Laporan tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, atau sesuai dengan basis akuntansi komprehensif yang lain. (Akuntan mungkin memandang perlu untuk melakukan kompilasi laporan keuangan atau melakukan jasa akuntansi lain agar memungkinkan ia melakukan suatu review).

Review mempunyai tujuan yang berbeda dengan kompilasi. Review dilakukan melalui prosedur permintaan keterangan dan analisis yang harus menjadi hal yang memadai bagi akuntan yaitu untuk memberikan keyakinan yang terbatas bahwa tidak ada modifikasi material yang harus dilakukan atas laporan keuangan, sedangkan untuk kompilasi akuntan tidak memberikan keyakinan seperti itu. Selain itu, review juga berbeda dengan tujuan audit keuangan yang dilaksanakan menurut standar audit yang ditetapkan IAI yang bertujuan untuk memeroleh dan mengevaluasi bukti untuk menyatakan suatu pendapat. Review dilakukan dan hanya tertuju pada hal penting yang memengaruhi laporan keuangan namun tidak memberikan keyakinan akan mengetahui semua hal penting seperti yang dilakukan dan terungkap dalam suatu audit keseluruhan. Hal tersebut dikarenakan review tidak mencakup seluruh pemahaman dan pemerolehan suatu pengendalian intern, penetapan resiko pengendalian, pengujian catatan akuntansi dan pengujian atas respon permintaan keterangan yang memadai seperti konfirmasi, inspeksi, dan konfirmasi.

Berkaitan dengan tanggung jawabnya dalam penerbitan laporan keuangan atas suatu kompilasi dan review, akuntan diwajibkan untuk mengikuti pedoman berdasarkan standar yang sesuai seksi review dan kompilasi laporan keuangan (SAR). Akuntan juga tidak boleh mengijinkan penggunaan namanya dihubungkan dengan dokumen atau komunikasi tertulis yang memuat laporan keuangan yang tidak diaudit, kecuali ia melakukan kompilasi atau review atau laporan keuangan disertai petunjuk bahwa akuntan belum melakukan kompilasi atau review dan akuntan tidak bertanggungjawab terhadap laporan tersebut. Selain itu, akuntan dilarang menyerahkan laporan keuangan tidak diaudit kepada kliennya atau pihak lain.

  1. Kompilasi Laporan Keuangan
    1. Prosedur Kompilasi Laporan Keuangan

Kompilasi laporan keuangan diawali dengan bagaimana akuntan memahami entitas yang akan dilakukan kompilasi tersebut. Akuntan dituntut memiliki pengetahuan mengenai praktik dan prinsip akuntansi dari industri tempat entitas itu beroprasi agar akuntan tersebut mampu melakukan kompilasi laporan keuangan yang tepat bagi entitas dalam lingkungan tersebut. Dalam pemahaman praktik dan pengetahuan industri, akuntan dituntut untuk memperoleh tingkat pemahaman dan pengetahuan tersebut melalui publikasi mengenai industri tersebut, laporan keuangan dari industri sejenis, literatur terkait, menggali informasi dari pihak yang mempunyai pengetahuan mengenai hal tersebut, dan sebagainya.

Pada saat akan melakukan kompilasi laporan keuangan, akuntan harus memahami penuh sifat transaksi entitas yang bersangkutan, bentuk catatan atas transaksi perusahaan, bentuk dan isi laporan keuangan, juga kualifikasi para petugas pembukuannya. Berdasarkan pemahanman tersebut, akuntan harus bisa menentukan apakah memerlukan jasa akuntansi lainnya misal persiapan buku besar atau jasa konsultasi.

Dalam hal permintaan keterangan, akuntan tidak diharuskan untuk melakukan permintaan keterangan atau prosedur lainnya untuk melakukan verifikasi, menguatkan, dan mereview informasi yang disediakan klien. Akuntan dapat mengungkapkan dan menyimpulkan jika informasi yang disediakan oleh klien dinyatakan tidak benar atau tidak sesuai dengan PABU, tidak lengkap, dan tidak dapat dijadikan dasar yang memuaskan dalam penyusunan kompilasi laporan keuangan. Jika manajemen menolak memberikan informasi tambahan atau perbaikan atas informasi maka akuntan dapat menarik diri dari perikatan tersebut.

Adapun secara garis besar prosedur kompilasi laporan keuangan sebagai berikut:

  1. Menumbuhkan kesepahaman dengan klien tentang kompilasi.
  2. Meminta penjelasan kepada klien tentang prinsip akuntansi yang digunakan.
  3. Menanyakan bagaimana pengambangan asumsi dilakukan.
  4. Membuat/meminta daftar asumsi signifikan.
  5. Mempertimbangkan konsistensi asumsi.
  6. Menguji kecermatan matematis.
  7. Membaca laporan keuangan prospektif, termasuk pengungkapan asumsi.
  8. Menilai dampak hasil operasi (apabila sudah ada sebagian periode yang berlalu) terhadap laporan keuangan prospektif.
  9. Mendapatkan representasi tertulis.
  10. Pelaporan Atas Kompilasi Laporan Keuangan

Dalam pelaporaan kompilasi atas laporan keuangan, ketika proses kompilasi, entitas bisa saja meminta akuntan untuk melakukan kompilasi yang tidak memasukan hampir semua pengungkapan material sebagaimana yang ditetapkan oleh Prinsip Akuntansi Bertarima Umum di Indonesia, termasuk pengungkapan yang mungkin disajikan dalam laporan keuangan pokok. Hal tersebut diperbolehkan,akan tetapi harus dilaporkan dengan jelas dalam laporannya dan menyatakan bahwa hal tersebut tidak bermaksud untuk menyesatkan para penggunanya. Bila entitas tersebut berkeinginan untuk memasukkan pengungkapan hanya tentang beberapa masalah dalam bentuk catatan dalam laporan keuangan, pengungkapan seperti itu sebaiknya diberi judul “Informasi Pilihan-Tidak Mencakup Seluruh Pengungkapan Material yang Diharuskan oleh Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum di Indonesia.”

Suatu kompilasi terbatas pada penyajian informasi dalam bentuk laporan keuangan yang merupakan representasi manajemen (pemilik). Kami tidak melakukan audit atau review terhadap laporan keuangan terlampir tersebut dan, oleh karena itu, kami tidak menyatakan pendapat atau bentuk keyakinan lain atas laporan keuangan tersebut.

Akuntan dapat melakukan kompilasi laporan keuangan perusahaan walaupun ia tidak independen terhadap perusahaan klien asalkan akuntan menyatakan dengan jelas ketidakindependenannya.

  1. Review Atas Laporan Keuangan
    1. Prosedur Review Atas Laporan Keuangan

Review atas laporan keuangan diawali dengan bagaimana akuntan memahami entitas yang akan dilakukan review tersebut. Pada dasarnya ditahap awal ini sama seperti tahap pada kompilasi yaitu seorang akuntan dituntut memiliki pengetahuan mengenai praktik dan prinsip akuntansi dari industri tempat entitas itu beroprasi agar akuntan tersebut mampu melakukan review laporan keuangan yang tepat bagi entitas dalam lingkungan tersebut. Dalam pemahaman praktik dan pengetahuan industri, akuntan juga dituntut untuk memperoleh tingkat pemahaman dan pengetahuan tersebut melalui publikasi mengenai industri tersebut, laporan keuangan dari industri sejenis, literatur terkait, menggali informasi dari pihak yang mempunyai pengetahuan mengenai hal tersebut, dan sebagainya. Akan tetapi, berbeda dengan kompilasi, dalam review dilakukan prosedur permintaan dan prosedur analitik yang memadai untuk mendasari tujuan review yaitu memberikan keyakinan terbatas bahwa laporan keuangan tidak terdapat modifikasi material dan sudah sesuai dengan PABU.

Selain itu juga, pada saat akan melakukan review atas laporan keuangan, akuntan harus memahami penuh suatu entitas yang akan di review. Pemahaman akuntan tentang kegiatan suatu entitas harus mencakup pengertian umum tentang organisasi entitas tersebut, karakteristik operasi, serta sifat aktiva, kewajiban, pendapatan dan biaya. Biasanya hal ini akan mencakup pengetahuan umum tentang produksi, distribusi dan metode kompensasi, jenis barang atau jasa, lokasi kegiatan entitas tersebut serta transaksi material entitas tersebut dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Pemahaman akuntan tersebut biasanya diperoleh melalui pengalaman dengan entitas atau industri tersebut dan melalui permintaan keterangan dengan para personel entitas yang bersangkutan.

Pada tahap berikutnya, prosedur permintaan keterangan dan analitik biasanya dilakukan mencakup hal berikut:

  1. Permintaan keterangan mengenai prinsip dan praktik akuntansi serta metode yang diterapkan oleh entitas tersebut.
  2. Permintaan keterangan tentang prosedur pencatatan, pengklasifikasian dan pengikhtisaran transaksi serta penghimpunan informasi untuk diungkapkan dalam laporan keuangan.
  3. Prosedur analitik yang dirancang untuk mengidentifikasi hubungan dan hal-hal yang kelihatannya tidak biasa.

Akuntansi Pertanggungjawaban

Akuntansi pertanggungjawaban digunakan utuk mengukur  performa bagi seseorang dan departmen untuk mencapai tujuan bersama. Sistem akuntansi pertanggungjawaban biasanya membentuk pusat pertanggungjawaban yaitu sub unit dalam suatu organisasi. Pusat pertanggungjawaban bterbagi menjadi 4, yaitu pusat biaya, pendapatan, laba, dan investasi. Contoh perusahaan mobil mempunyai divisi pengecetan, itulah yang disebut pusat biaya dimana hanya bertanggungjawab pada pengeluaran biaya. Pada perusahaan penerbangan, divisi penjualan tiket adalah pusat pendapatan yang dimana hanya bertanggungjawab pada penerimaan. Restauran harus membeli bahan makanan dan melayani konsumen dan ini lah yang dimaksu d pusat laba (pendapatan-biaya). Perusahaan/divisi suatu perusahaan yang memiliki tanggung jawab terhadap kontrol laba dan penginvestasian modal kerja. Contoh bank memiliki bagian PSDM, komputer dan sejenisnya adalah pusat biaya, kemudian memiliki produk deposito,kartu kredit, dan sejenisnya itulah pusat penerimaan. Selain itu, memiliki bagian kredit salah satunya tersebut merupakan psat laba. Apabila memiliki bagian finance, asuransi, dan anak perusahaan yang berdiri sendiri itulah yang disebut pusat investasi.

Laporan kinerja akuntansi pertanggungjawaban disusun dari bagian sub unit menuju divisi menuju perusahaan utama. Hal tersebut harus didasarkan pada hirearki. Laporan tersebut didasarkan pada anggarannya dibandingkan dengan aktual yang dicapai dari setiap elemen perusahaannya.

Dalam akuntansi pertanggungjawaban terkadang ditemukan biaya bersama, cara penyelesaian atau penelusuran biaya bersama tersebut adalah dengan pembagian yang masuk akal dengan berbagai metode, misal dengan ABC.

Perilaku sangat berpengaruh bagi akuntansi pertanggungjawaban, biasanya perilaku manajerial yang sangat mempengaruhi misalnya target dari setiap manajerial, konflik divisional, saling memotivasi agar selalu unggul.

Laporan laba rugi yang disajikan persegmen disebut Segmented Reporting. Laporan yang memiliki hierarki taraf utama perusahaan biasanya laporan tersebutlah yang  dilaporkan ke publik sedangkan laporan tiap divisi dan sub-bagian tidak dipublikasikan dan hanya bersifat internal.

TQM didasarkan dari grade, desain, dan conformance. Biaya kualitas ada 4,; biaya prevention untuk mencegah kegagalan produksi  yaitu dilakukan sebelum proses produksi itu terjad misal biaya training karyawan bagian produksi, biaya appraisal juga dilakukan untuk mencegah kegagalan yaitu ketika proses produksi itu terjadi. Biaya kegagalan internal ialah dimana biaya tersebut terjadi sebelum sampai pelanggan, apabila  barang sudah sampai pada pelanggan dan mengajukan garansi maka itulah yang disebut biaya kegagalan eksternal. Dari ke empat biaya tersebut biasanya yang menjadi Control Cost adalah biaya prevention dan appraisal karena jika dilogikakan bila biaya prevention dan appraisal efektif maka biaya kegagalan internal dan eksternal dapat minimal. Biaya kesempatan terjadi jika terlalu banyaknya kegagalan dan menyebabkan pelanggan lari sehingga biaya tersebut tidak dapat dinyatakan dalam moneter.

Biaya manajemen dalam lingkungan biasanya atas asumsi tanggung jawab manajerial bila bersifat lingkungan privat dan menjadi asumsi tanggung jawab publik apabila bersifat lingkungan sosial.

Aplikasi Resmi Convert Office 2007 ke PDF

Selamat Pagi Pelanggaaaaaaan.. 😛

Bagi rekan semua yang bingung bagaimana ih mengubah file di office ke PDF? pa harus paki plikasi khusus? eits… wktuny melek teknologi,hehehe..

sebenarnya pihak microsoft udah nyediain tuh aplikasinya secara gratis di download disini….

http://www.microsoft.com/download/en/details.aspx?displaylang=en&id=9943

cara pake nya simple, download dulu programnya, terus instal yes..yes..next.. yes.. Nah, setelah sukses rekan semua tinggal buka tulisan rekan yang udah di ketik di office 2007, kalau mau save pilih save as, nanti ada pilihan save as PDF secara otomatis, klik…. simsalabim.. jadilah PDF.

Selamat mencoba yah…

mekuuuuuuumm… 😛