Category Archives: Kewirausahaan

BISNIS WARNET MENGALAMI FASE DECLAINING

Purwokerto, 14 Mei 2012.

Usaha warnet (Warung Internet) sempat meramaikan dunia industri jasa di Purwokerto dan mulai menjamur sedemikian cepat sejak tahun 2007.  Konsep bisnis warnet ini dulu merupakan sebuah prospek yang sangat menjanjikan, kebutuhan mahasiswa akan akses informasi global yang cepat merupakan salah satu faktor yang menyebabkan para pebisnis berlomba-lomba untuk menjajaki lahan baru tersebut. Bisnis warnet tersebut mulai memasuki era puncak di tahun 2007-2009, banyak konsep yang ditawarkan kepada para mahasiswa mulai dari warnet dengan fasilitas gratis kopi sampai dengan warnet dengan suasana Alcatraz.

Ditinjau dari segi finansialnya, setiap warnet membandrol mulai dari Rp 3000/jam hingga 2500/jam atau ada yang bersifat paket hemat bagi konsumen yang memakai  layanan lebih dari jam tertentu. Jika dilihat dari turn over konsumen, warnet mempunyai rata-rata perhari  9/24jam sehingga bisa terlihat omset yang tercapai. Biaya layanan biasanya menggunakan paket speedy sekitar Rp 200.000 – Rp 400.000 perbulan, biaya perawatan , dan biaya lainnya.

Setelah beberapa tahun berlalu, tepatnya memasuki tahun 2012, usaha warnet tersebut mempunyai banyak tantangan dari ekspektasi pasar, maraknya game online membuat pebisnis warnet berlomba-lomba menaikan bandwith sesuai atau malah melebihi standar game online. Menjamurnya café free hotspot area memberikan dukungan penuh terhadap penurunan segmen bisnis ini. pada jaman saya dulu tahun 2007, mempunyai laptop bisa dikatakan mewah, selain itu hotspot kampus yang mempunyi kecepatan maksimal 64-128kbps pun sudah puas. Mulai tahun 2010-2011 merupakan titik balik dari pasar laptop sehingga laptop sudah dianggap seperti kalkulator saja. Hampir semua mahasiswa punya laptop. Kondisi seperti itu, pasar laptop yang terus menjangkau daya beli mahasiswa, hotspot kampus yang semakin kenceng dalam urusan bandwith, dan café yang notabene tempat nongkrong asik bagi mahasiswa yang memberikan kemurahan hatinya menggratiskan hotspot telah menurunkan prospek bisnis warnet kedepannya. Banyak warnet yang dahulu ramai dikunjungi mahasiswa untuk sekedar surfing nyari tugas atau friendster-an dan FB-an mulai alih fungsi jadi sentra game online atau bahkan gulung tikar akhir-akhir ini.

Kesimpulan, menurut pendapat saya, segmen bisnis yang menawarkan jasa teknologi seperti warnet; wartel; dan lainnya mempunyai sensitifitas tinggi terhadap perubahan teknologi dunia. Inovasi merupakan kunci dari teknologi, selama kebutuhan manusia belum terjawab maka teknologi akan terus berinovasi. Saran, kalau agan-agan mo nyari bisnisan jangka panjang alangkah baiknya nengok usaha yg kira-kira berhubungan dengan sandang, pangan, papan saja. Kenali kebutuhan pribadi dahulu, baru analisis kebutuhan apa yang bisa menjawab prospek. Makanan? Jelas manusia selalu makan 3xsehari. Rumah? Jelas manusia minimal punya rumah satu selama hidupnya. Pakaian? Gak ada manusia yang gak berpakaian kecuali yg gak normal atau orang pedalaman,hehehe. kecuali agan semua mau terus open minded terhadap perubahan teknologi dan keep update tentu ceritanya akan lain, dan mampu menggali prospek yang menguntungkan. Buka mata lebar-lebar, kuasai informasi, dan temukan bisnismu.